Pencarian Data
Tanpa Pencarian

Rekapitulasi Ijin Pestisida
Jumlah Data: 1 
No.  Merek Dagang ( Kategori
Bahan Aktif 
Deskripsi Singkat 
Cara Pemakaian  Perusahaan 
Jenis Izin 
Tanggal Akhir Ijin 
Nomor Pendaftaran 
1 NATIVO 75 WG (umum)
tebukonazol (tebuconazole) : 50 %
trifloksistrobin (trifloksistrobin) : 25 %
Fungisida sistemik yang bersifat protektif, preventif, kuratif, eradikatif dan zat pengatur tumbuh tanaman berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air.
Anggrek : penyakit bercak daun Cercospora dendrobii, penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Apel : penyakit barcak daun Marssonina coronaria, penyakit embun tepung Podosphaera leucontricha (Penyemprotan volume tinggi : 300 g/ha)
Bawang merah: bercak daun Alternaria porri (Penyemprotan volume tinggi: 0,24 g/l )
Cabai merah : penyakit bercak daun Cercospora capsici, penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (penyemprotan volume tinggi : 100 - 150 g/ha)
Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Penyemprotan volume tinggi : 0,4 - 0,8 g/l)
Jagung : penyakit bulai Helminthosporium turcicum. (Penyemprotan volume tinggi : 0,8 - 1,2 g/l)
Jeruk : penyakit embun tepung Oidium tingitaninum, penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Kacang hijau : penyakit bercak daun Cercospora canescens (penyemprotan volume tinggi : 150 - 200 g/ha)
Kacang hijau : penyakit karat Uromyces phaseoli (penyemprotan volume tinggi : 100 - 150 g/ha)
Kacang panjang : penyakit karat Uromyces vignaee (Penyemprotan volume tinggi : 150 - 200 g/ha)
Kacang tanah : penyakit karat Puccinia arachidis (Penyemprotan volume tinggi : 150 - 225 g/ha)
Kakao : penyakit pembuluh kayu Oncobasidium theobromae (Penyemprotan volume tinggi : 0,25 - 0,5 g/l)
Karet : penyakit bidang sadap Ceratocystis fimbriata (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Kedelai : penyakit karat Phakopsora pachyrhizi (Penyemprotan volume tinggi : 100 - 150 g/ha)
Krisan : penyakit karat Puccinia chrysanthemi (Penyemprotan volume tinggi : 150 - 225 g/ha)
Mangga : penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Melon : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis, penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Melon : penyakit busuk batang Didymella bryoniae (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 g/l)
Mentimun : penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
Mentimun : penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 g/l)
Padi: penyakit blas Pyricularia oryzae penyakit hawar daun Xanthomonas campestris (Penyemprotan volume tinggi: 150 - 225 g/ha )
Pembibitan kelapa sawit : penyakit busuk tunas Marasmius palmivora (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Pisang : penyakit sigatoka Mycosphaerella musicola (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Tembakau : penyakit rebah semai Rhizoctonia solani (Penyemprotan volume tinggi : 200 g/ha)
Tomat : penyakit busuk kering Alternaria solani, penyakit bercak daun Septoria lycopersici (penyemprotan volume tinggi : 100 - 150 g/ha)
PT Bayer Indonesia (info)
Izin: Tetap
30 December 2021
RI. 01020120072781